Kamis, 07 Maret 2013

Mengenal berbagai macam penyakit jantung dan ciri-cirinya

<img src="http://medissain.blogspot.com/image/mengenal berbagai macam penyakit jantung dan ciri-cirinya.jpg" alt="StockIndex">
Penyakit jantung merujuk pada penyakit yang menyerang jantung dan sistem pembuluh darah. Jantung adalah organ strategis dalam tubuh seseorang karena peranannya sebagai pemompa darah.

Ada banyak penyebab penyakit jantung seperti pola hidup, kelainan bawaan sejak lahir, dan pola makan yang tidak sehat. Serangan jantung merupakan akibat mematikan dari penyakit jantung koroner yang menjadi pembunuh wanita dan pria paling banyak di Amerika.

Faktanya, penyakit jantung tak hanya menyerang orang lanjut usia. Dewasa ini, banyak anak muda yang telah mengidap berbagai penyakit jantung. Bahkan bayi yang baru lahir bisa mengidap kelainan pada jantung.

Ada 50 lebih jenis penyakit jantung yang mengintai mereka yang memiliki pola hidup dan makan yang tidak sehat. Meskipun sudah ada beragam cara untuk menangani sakit jantung, dari medis hingga herbal, mencegah tetap lebih baik dari mengobati. Ini dia jenis-jenis penyakit jantung yang wajib Anda waspadai.
Gagal Jantung

Gagal Jantung atau Heart Failure adalah keadaan dimana jantung tidak bisa memasok aliran darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh dan berpotensi mematikan. Terkadang gagal jantung sering disalahartikan sebagai serangan jantung.

Penyakit jantung jenis ini memiliki gejala antara lain: pembengkakan pada kaki dan tangan, penambahan atau pengurangan berat badan sebelum terjadi pembengkakan karena kelebihan cairan, nafas pendek, kelelahan yang terus menerus, angina atau ketidaknyamanan pada dada dan lengan karena penyumbatan arteri koroner.
Heart Valve Disease

Heart Valve Disease atau masalah pada katup jantung adalah keadaan dimana salah satu atau lebih katup jantung tidak bekerja dengan baik. Dalam beberapa kasus, orang-orang terlahir dengan masalah pada katup jantung sedangkan beberapa orang mendapatkan kelainan pada katup di masa hidupnya.

Kelainan pada katup jantung bisa disebabkan oleh infeksi, usia, dan karena penyakit lain. Hampir tak ada gejala yang ditemukan oleh penderita kelainan pada katup jantung.

Ada tiga jenis penyakit katup jantung: kebocoran, penyempitan, dan katup tanpa lubang. Tidak ada obat untuk kelainan pada katup jantung kecuali operasi. Tetapi bagi Anda yang tidak memiliki penyakit ini dari lahir, menjaga pola makan dan pola hidup adalah kunci untuk terbebas dari penyakit ini.
Aritmia

Ini adalah jenis penyakit jantung yang mengganggu yakni gangguan irama atau detak jantung. Detak jantung bisa lebih cepat, lebih lambat, dan tidak teratur. Faktor utama penyakit aritmia adalah kurangnya kalsium dalam tubuh dan terjadinya penyumbatan pembuluh darah jantung.

Penyumbatan pembuluh darah jantung yang juga berefek pada detak jantung yang tidak normal akan berakibat pada serangan jantung. Selain 2 hal tersebut penyebab aritmia lainnya adalah diabetes, tekanan darah tinggi, merokok, kafein, alkohol, stres, kematian otot jantung, penyalahgunaan obat, dan terlalu aktifnya kelenjar thyroid.
Perikarditis

Jenis penyakit jantung ini adalah peradangan pada kantung jantung atau pericardium sehingga menimbulkan penimbunan cairan dan penebalan. Peradangan ini disebabkan oleh beberapa hal. Penyebab yang umum adalah infeksi virus dan terapi penyinaran untuk kanker payudara.

Gejala yang timbul akibat perikarditis adalah sesak nafas, batuk, tekanan darah tinggi, dan kelelahan akibat kerja jantung menjadi tidak efisien. Penyakit jantung ini bisa didiagnosa melalui MRI atau kateterisasi jantung.

Mengonsumsi obat untuk mengurangi cairan dapat membantu mengurangi gejala perikarditis tetapi kesembuhan total dilakukan dengan mengangkat pericardium.
Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh lapisan lemak atau kolesterol di dinding nadi yang menyumbat pembuluh darah. Akibat dari penyumbatan oleh lapisan lemak dan kolesterol ini adalah terganggunya proses suplai darah dari dan ke jantung.

Ketika darah tersumbat akibat lapisan lemak maka inilah yang disebut serangan jantung. Lapisan lemak dan kolesterol di dinding nadi diakibatkan oleh kecanduan rokok, hipertensi, dan kolesterol tinggi.

Jika seseorang merasakan gejala-gejala seperti nyeri di dada bagian tengah yang menjalar hingga ke lengan kiri dan leher bahkan sampai ke punggung, keringat dingin, dan rasa mual berarti orang tersebut kemungkinan menderita penyakit jantung koroner.

Untuk jenis penyakit jantung koroner bisa diobati dengan herbal yang telah diuji klinis dan diuji khasiatnya oleh ilmuwan dan dokter. Noni Juice ditambah dengan perubahan pola makan yang sehat akan mengembalikan fungsi jantung secara normal.

Sumber: http://www.deherba.com/jenis-jenis-penyakit-jantung.html


Ciri-ciri dini penyakit jantung.

Penyakit jantung termasuk penyakit yang berbahaya dan bila tidak segera diatasi bisa mengakibatkan kematian pada penderitanya . Maka dari itu anda harus bisa mengenali ciri-ciri atau tanda-tanda awal yang menunjukkan adanya gejala penyakit jantung itu sendiri. Berikut ini adalah tanda-tandanya :

    Rasa sakit atau nyeri di dada sebelah kiri

Ciri-ciri sakit Jantung Rasa nyeri di dada kiriHal ini terjadi karena otot tidak mendapatkan suplai darah yang cukup sehingga oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan akan menyebabkan kram atau kejang otot. Bagian tubuh yang mengalami kram biasanya sering dirasakan di leher bagian belakang, di antara bahu, punggung sebelah bawah, atau di perut.

Beberapa hari menjelang serangan jantung, biasanya seseorang akan mengalami kontraksi otot dada secara tiba-tiba yang merupakan serangan kecil atau serangan jantung ringan.

Selain itu terkadang penderita juga merasakan tertekan seperti ditimpa beban berat, rasa sakit, dan perasaan seperti terjepit atau terbakar di dada. Rasa sakit itu bisa menjalar ke seluruh dada, bahu kiri, lengan kiri, punggung, leher bawah, dan rahang leher bawah.

    Sesak Napas

Sesak NafasSesak napas terjadi karena masuknya cairan ke dalam rongga udara pada paru-paru. Sesak napas merupakan gejala yang biasanya ditemukan pada gagal jantung.

Biasanya penderita akan merasa seperti tercekik atau sesak napas yang berlangsung kurang dari 20 menit disertai keluarnya keringat dingin, rasa lemas, jantung berdebar-debar, bahkan kadang diikuti dengan pingsan.

Jika kondisi penyakit semakin memburuk maka penderita akan mengalami sesak napas ketka melakukan aktifitas ringan atau bahkan ketika penderita sedang beristirahat atau tidak melakukan aktifitas.

    Cepat Capek atau Mudah lelah

Lelah adalah suatu kondisi di mana beban aktifitas fisik tidak didukung oleh metabolisme organ yang memadai. Jika jantung tidak efektif memompa darah maka aliran darah ke otot selama melakukan aktifitas akan berkurang sehingga penderita merasa mudah lelah, di tandai dengan ngantuk menguap dan lungkrah ( badan tidak bertenaga).

    Jantung berdebar-debar dan mudah terkejut

Perhatikan denyut jantung anda karena denyut jantung anda bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit jantung.

Kondisi seseorang yang mudah terkejut juga dapat menjadi petunjuk adanya gejala gangguan jantung. Jika anda merasa terkejut oleh suatu ledakan atau suara keras yang tiba-tiba (misalnya petasan) maka hal tersebut adalah wajar.

Namun jika anda sering terkejut oleh sesuatu yang bersifat wajar maka hal tersebut bisa menjadi indikasi atau tanda adanya gangguan mentalitas yang mungkin mengarah pada penyakit jantung

Merasa pusing

Pusing KepalaPenurunan aliran darah karena denyut jantung yang tidak normal atau karena kemampuan memompa darah yang buruk bisa menyebabkan pusing kepala dan pingsan.

Gejala tersebut juga bisa disebabkan oleh penyakit otak atau saraf tulang belakang, tapi mungkin juga tanpa penyebab yang serius.

Tanda-tanda atau ciri-ciri lain yang menunjukkan gejala penyakit jantung:

    Batuk disertai sakit kepala
    Mudah Khawatir atau gelisah
    Batuk berkepanjangan
    Pusing ( kepala terasa ringan) dan kehilangan kesadaran
    Mudah mual dan muntah
    Kurang selera makan atau tidak nafsu makan
    Keringat dingin sering keluar
    Pembengkakan (sering terjadi di telapak kaki, mata kaki, kaki, atau perut)
    Pingsan tiba-tiba namun bisa langsung sadar
    Merasa seperti sakit maag, padahal sebelumnya tidak pernah menderita gangguan lambung
    Mudah berkeringat di malam hari
    Kram atau kesemutan pada tangan, lengan, jari dan kaki.
    Rahang terasa kaku dan kram

Sumber: http://terapijantung.com/ciri-ciri-penyakit-jantung/

Ciri-ciri  mudah untuk dideteksi :

Gejala Penyakit Arteri Koroner
Gejala yang paling umum dari penyakit arteri koroner adalah angina, atau nyeri dada. Angina dapat digambarkan sebagai ketidaknyamanan, berat, tekanan, sakit, pembakaran, kepenuhan, meremas, atau perasaan nyeri di dada Anda. Hal ini dapat keliru untuk pencernaan atau mulas. Angina juga dapat dirasakan di bahu, lengan, leher, tenggorokan, rahang, atau punggung.

Gejala lain dari penyakit arteri koroner termasuk:

    Sesak napas.
    Palpitasi (denyut jantung tidak teratur, atau "flip-flop" perasaan di dada Anda).
    Sebuah detak jantung lebih cepat.
    Kelemahan atau pusing.
    Mual.
    Berkeringat.


Gejala Serangan Jantung
Gejala serangan jantung dapat meliputi:

    Ketidaknyamanan, tekanan, berat, atau nyeri di dada, lengan, atau di bawah tulang dada.
    Ketidaknyamanan menjalar ke, rahang tenggorokan kembali, atau lengan.
    Kepenuhan, gangguan pencernaan, atau tersedak perasaan (mungkin merasa seperti mulas).
    Berkeringat, mual, muntah, atau pusing.
    Ekstrim kelemahan, kecemasan, atau sesak napas.
    Detak jantung yang cepat atau tidak teratur.



Selama serangan jantung, gejala biasanya berlangsung 30 menit atau lebih dan tidak hilang dengan istirahat atau obat oral. Gejala awal mungkin mulai sebagai ketidaknyamanan ringan yang berkembang menjadi nyeri yang signifikan. Beberapa orang mengalami serangan jantung tanpa gejala, yang dikenal sebagai "silent" infark miokard (MI). Hal ini terjadi lebih sering pada orang dengan diabetes.

Jika Anda berpikir Anda mengalami serangan jantung, JANGAN MENUNDA. Meminta bantuan darurat (dial 911 di sebagian besar wilayah). Pengobatan langsung dari serangan jantung sangat penting untuk mengurangi jumlah kerusakan hati Anda.


Gejala Aritmia
Ketika gejala aritmia, atau irama jantung yang abnormal, dan mungkin mencakup:

    Palpitasi (perasaan jantung berdetak diabaikan, berkibar atau sandal jepit di dada Anda).
    Berdebar di dada Anda.
    Pusing atau perasaan pusing.
    Pingsan.
    Sesak napas.
    Dada ketidaknyamanan.
    Kelemahan atau kelelahan (merasa sangat lelah).
    Gejala Atrial Fibrillation

Atrium Fibrilasi (AF) adalah jenis aritmia. Kebanyakan orang dengan pengalaman AF satu atau lebih dari gejala berikut:

    Jantung berdebar-debar (perasaan berdebar, berkibar, atau balap tiba-tiba jantung).
    Kurangnya energi.
    Pusing (perasaan pingsan atau pusing).
    Dada ketidaknyamanan (nyeri, tekanan, atau ketidaknyamanan pada dada).
    Sesak napas (kesulitan bernapas selama kegiatan normal).
    Beberapa pasien dengan atrial fibrilasi tidak memiliki gejala. Kadang-kadang episode yang singkat

Sumber:  http://diditsmile.blogspot.com/2012/07/berbagai-jenis-penyakit-jantung.html


Terima kasih atas kunjungan  anda
URL: http://medissain.blogspot.com/2013/03/mengenal-berbagai-macam-penyakit.html
 postID=8836735254688716975
Judul : Mengenal berbagai macam penyakit jantung dan ciri-cirinya
Label: ciri-ciri dini penyakit jantung, gejala serangan jantung, penyakit gagal jantung, penyakit jantung, penyakit jantung koroner, penyakit katup jantung

Mengenal Jenis-jenis Penyakit Usus

 <img src="http://medissain.blogspot.com/image/mengenal jenis-jenis penyakit usus.jpg" alt="StockIndex">
Penyakit Usus
Usus adalah organ tubuh yang berbentuk seperti pipa-pipa. Setiap saat usus secara aktif menyerap, mengeluarkan, mengirimkan sinyal, dan memetabolisasi. Usus berperan sebagai penjaga gawang sistem makanan bagi tubuh kita. Usus membiarkan protein yang tepat untuk masuk ke darah dan membuang protein yang membahayakan tubuh (biasa disebut sebagai protein alergenik atau alergen). Usus selalu menjadi bagian yang terpapar segala jenis makanan yang kita santap. Bila kita menyantap segala jenis makanan tanpa melakukan kontrol diri, maka usus kita juga akan sangat rentan terkena berbagai macam penyakit yang tidak bisa dipandang rendah begitu saja.

Berikut ini adalah macam - macam penyakit usus:

# PENYAKIT USUS INFLAMARTORIK
Penyakit usus inflamartorik merupakan sekelompok penyakit dengan etimologi yang tidak diketahui. Gejala dari penyakit ini diantaranya adalah: demam, anoreksia, terjadi penurunan berat badan, terdapat rasa tidak enak di perut, diare, rasa ingin buang air besar yang sangat mendesak, serta pendarahan rektal. Penyakit ini merupakan jenis penyakit kronis yang sangat mengganggu sehingga sering harus dilakukan pembedahan secara berulang serta sampai resiko terbentuknya penyakit kanker.

# KANKER USUS BESAR / KANKER KOLON
Kanker kolon berawal dari pertumbuhan sel - sel kanker dalam kolon yang disebut polip. Umumnya polip tidak bergejala sampai kemudian polip tersebut tumbuh menjadi besar dan berubah menjadi kanker kolon. Bila sudah sampai pada tahap ini, maka sudah penyakit kanker ini sudah masuk pada stadium akhir dan sudah sangat terlambat. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Resiko wanita yang berusia 48 - 85 tahun hanya sedikit lebih rendah dari pria. Kanker ini tidak bersifat menurun. Karena salah satu faktor resiko terkena penyakit kanker kolon ini adalah usia, bukan riwayat keluarga.
 <img src="http://medissain.blogspot.com/image/mengenal jenis-jenis penyakit usus.jpg" alt="StockIndex">

#  SEMBELIT / KONSTIPASI
Penyakit sembelit atau konstipasi sebenarnya adala penyakit yang berupa tersumbatnya usus sebagai akibat dari kekurangan serat dalam makanan. Selain itu, sembelit juga bisa disebabkan karena sering menahan buang air besar dan buang angin / kentut serta usus besar yang mengalami keracunan. Hal ini bisa mengakibatkan kurangnya koordinasi diantara fungsi otot-otot dan urat syaraf dari usus besar dengan perut sehingga pergerakan perut atau pembuangan menjadi tidak normal

# RADANG USUS BESAR
Radang usus besar atau yang biasa disebut dengan Colitis serng terjadi sebagai akibat dari sembelit, gelisah, atau keguguran. Namun pada dasarnya penyebab dari penyakit radang usus besar ini adalah kurangnya zat - zat organik di dalam tubuh yang dapat membantu lancarnya fungsi usus besar. Jika radang atau luka hanya terjadi pada lapisan permukaan usus besar, maka disebut sebagai colitis,  jika peradangan terjadi di dubur, maka disebut proctitis. Dan jika peradangan terjadi di usus besar dan dubur, maka disebut sebagai colitis ulserative.  

Sumber: http://carapedia.com/macam_macam_penyakit_usus_info2272.html




Terima kasih atas kunjungan  anda
URL: http://medissain.blogspot.com/2013/03/jenis-jenis-penyakit-usus.html
 postID=4048451755895855384
Judul : Mengenal Jenis-jenis Penyakit Usus
Label: kanker usus besar, macam-macam penyakit usus, penyakit sembelit, penyakit usus, penyakit usus inflamartorik, radang usus besar

Mengenal Penyakit Darah Tinggi Kronis Atau Hipertensi

 <img src="http://medissain.blogspot.com/image/mengenal penyakit dara tinggi kronis atau hipertensi.jpg" alt="StockIndex">
Penyakit Darah Tinggi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi berarti ada tekanan tinggi di dalam pembuluh darah arteri. Arteri merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari jantung menuju ke seluruh jaringan dan organ tubuh. Jadi, darah tinggi bukanlah emosi yang berlebihan meskipun kondisi ini bisa memicu kenaikan tekanan darah.

Tekanan darah dikatakan normal pada angka 120/80mmHg. Tekanan darah antara 120/80mmHg dan 139/89mmHg disebut prehipertensi. Lebih dari 140/90mmHg sudah tergolong hipertensi. Dengan menggunakan alat yang bernama tensimeter, bisa diketahui seberapa tinggi atau rendahnya tekanan darah. Angka sistolik (atas) menunjukkan tekanan dalam pembuluh darah saat jantung kontraksi dan memompa darah menuju arteri. Angka diastolik (bawah) menunjukkan tekanan dalam pembuluh darah saat jantung beristirahat.

WHO (Badan Kesehatan Dunia) menggolongkan hipertensi berdasarkan usia, penggolongannya adalah

1. Kelompok usia 20-20 thn, tekanan darah > 150/90mmHg
2. Kelompok usia 30-64 thn, tekanan darah 160/95mmHg
3. Kelompok usia > 65 thn, tekanan darah > 170/95 mmHg

Awalnya, peningkatan diastolik dianggap faktor risiko yang lebih penting daripada sistolik. Namun anggapan tersebut kemudian terbantahkan. Pada usia lebih dari 50 tahun, peningkatan angak sistolik menggambarkan risiko yang lebih besar. Satu-satunya cara mengetahui ada tidaknya hipertensi dengan mengukur tekanan darah. Sebab, hipertensi tidak memiliki gejala-gejala yang dapat dilihat secara kasat mata.

Ancaman hipertensi tidak boleh dibiarkan begitu saja. Tekanan darah tinggi sangat berbahaya dan menakutkan, karena memiliki banyak komplikasi apabila tidak dikontrol. Pada kenyataannya, banyak hipertensi yang tidak diobati.

Data WHO menyebutkan, dari setengah penderita hipertensi yang diketahui hanya seperempatnya (25%) yang mendapat pengobatan. Sementara hipertensi yang diobati dengan baik hanya 12,5%. Padahal, hipertensi menyebabkan rusaknya organ-organ tubuh seperti ginjal, jantung, hati, mata hingga kelumpuhan organ-organ gerak.

Penyakit Tekanan darah Tinggi

Hipertensi tidak secara langsung membunuh penderita, tetapi melalui timbulnya berbagai penyakit serius. Dengan kata lain, komplikasi dari hipertensi itulah yang sebenarnya banyak mengakibatkan kematian pada penderitanya. Hipertensi baru di sadari ketika telah menyebabkan gangguan organ, seperti gangguan fungsi jantung, koroner, ginjal, gangguan fungsi kognitif ataupun stroke. Hipertensi pada dasarnya akan mengurangi harapan hidup pada para penderitanya.

Berdasarkan penyebabnya, hipertensi dapat dibagi menjadi 2 jenis, sebagai berikut :

1. Hipertensi Primer

Hipertensi primer tidak diketahui penyebabnya sehingga karenanya disebut juga dengan hipertensi esensial. Terjadi peningkatan kerja jantung akibat penyempitan pembuluh darah tepi. Sebagian besar (90-95 %) penderita termasuk pengidap hipertensi primer.

2. Hipertensi Sekunder

Hipertensi sekunder disebabkan oleh penyakit sistematik lain, misalnya gangguan hormon (gushing), penyempitan pembuluh darah utama ginjal (stenosis arteri renalis), akibat penyakit ginjal (glumerulonefritis), dan penyakit sistematik lainnya seperti lupus nefritis.

Jumlah hipertensi sekunder kurang dari 5 % penduduk dewasa di Amerika. Selain 2 jenis hipertensi diatas, dikenal juga keadaan yang disebut krisis hipertensi.

a. Hipertensi Darurat

Hipertensi darurat adalah dimana tekanan darah melebihi 180/120 mmHg disertai fungsi organ, seperti otak (pendarahan otak /stroke, ensefalopati hipertensi), jantung (gagal jantung kiri akut, penyakit jantung koroner akut), paru (bendungan di paru) dan eklampsia. Tekanan darah dapat lebih rendah dari 180/120 mmHg dengan gejala gangguan organ di atas yang sudah nyata timbul.

Jika tekanan darah tidak segera diturunkan dapat mengakibatkan komplikasi yang menetap. Oleh karena itu, harus diturunkan dengan suntikan yang bekerja cepat dalam beberapa menit maksimal 1 jam.

b. Hipertensi Urgensi

Tekanan darah sangat tinggi ( > 180/120 mmHg ), tetapi belum ada gejala seperti diatas. Tekanan darah tidak harus diturunkan dengan cepat (dalam hitungan menit), tetapi dapat dalam hitungan jam sampai dengan hari dengan obat oral. Gejalanya berupa vertigo, mual, muntah, pusing/ melayang, penglihatan kabur, mimisan, sesak napas, gangguan cemas berat, tetapi tidak ada kerusakan target organ. Pasien dengan hipertensi urgensi dapat juga diberikan terapi oral yang bekerja cepat, seperti kaptopril, labetalol, atau klonidin dengan observasi yang berat.


Penyebab Penyakit Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau yang lebih dikenal dengan nama hipertensi ini atau tekanan darah yang meningkat dan tekanan darah berada diatas normal. Hipertensi atau tekanan darah tinggi berhubungan langsung dengan penyakit jantung, hipertensi terjadi akibat kerja jantung yang terlalu keras dan cepat dalam memompa darah dan oksigen untuk menyebar luaskan ke seluruh bagian tubuh.

Apabila saluran darah pada jaringan seluruh tubuh mengalami penebalan dan pengurangan elastisitas, maka tubuh akan berusaha untuk meningkatkan tekanan jantung agar pasokan darah berlangsung normal, namun hal ini hanya akan membuat keadaan kerja jantung menjadi lebih cepat dan rusak yang dapat menurunkan fungsi kerja jantung.

Penyakit tekanan darah tinggi akan menyebabkan faktor resiko yang mempertinggi resiko terjadinya hipertensi antara lain, sebagai berikut:

1. Keturunan
2. Usia
3. Berat badan
4. Konsumsi garam
5. Ras
6. Pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat
7. Aktivitas olahraga

Hipertensi juga dapat dipicu oleh terjadinya stress pada diri kita. Banyaknya asupan garam setiap hari yang bersumber dari makanan dan kurang istirahat merupakan faktor resiko dari hipertensi. Oleh sebab itu, bagi yang selalu mengalami beban pikiran yang berat, hendaknya memperbanyak hiburan agar otak bisa fresh. Selain itu, kita juga harus istirahat yang cukup setiap hari dan membiasakan diri dengan makanan yang tidak banyak mengandung garam.

Kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol adalah gaya hidup yang dapat meningkatkan tekanan darah tinggi. Obesitas sangat berpotensi untuk meningkatkan terjadinya penaikan tekanan darah yang lebih tinggi lagi dibandingkan dengan orang-orang yang dengan berat badan dan kegemukan yang ideal.

Selain itu, menurut As’adi Muhammad (2009), hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi ialah hal-hal berikut ini :

1. Penyakit ginjal, seperti :

a. Stenosis arteri renalis
b. Pielonefritis
c. Glumeruloefritis
d. Tumor-tumor ginjal
e. Penyakit ginjal polistika (biasanya diturunkan)
f. Trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal)
g. Terapi penyinaran yang mengenai ginjal

2. Kelainan hormonal, seperti :

a. Hiperaldosteronisme
b. Sindroma cushing
c. Feokromositoma

3. Obat-obatan, seperti :

a. Pil KB
b. Kortikosteroid
c. Siklosporin
d. Eritropoietin
e. Kokain
f. Penyalahgunaan alkohol
g. Kayu manis (dalam jumlah sangat besar)

4. Penyebab lainnya, seperti :

a. Koartasio aorta
b. Preeklamsi pada kehamilan
c. Porfiria intermiten akut
d. Keracunan timbal akut.


Ciri umum dari seseorang yang memiliki tekanan darah tinggi adalah :

1. Kepala bagian belakang sering terasa sakit ketika bangun tidur.
2. Sering lupa dan terkadang sulit konsentrasi
3. Mudah marah dan perasaan sensitif
4. Terkadang susah tidur
5. Tubuh cepat merasa lelah dan letih
6. Terkadang mengalami kesulitan dalam buang air besar
7. Mimisan
8. Sering merasa gelisah
9. Pandangan mata menjadi kabur
10. Rasa mual ingin muntah.

Dalam kondisi yang parah, terkadang penderita tekanan darah tinggi akan mengalami perubahan pada fungsi kerja organ tubuh seperti terjadi pembengkakan pada otak yang dapat mengakibatkan stroke, kerusakan pada fungsi ginjal dan jantung.

Ketika hipertensi atau tekanan darah tinggi ini belum menyerang, sebaiknya berhati-hatilah. Umumnya hipertensi ini terjadi dari penyakit komplikasi yang sudah ada yang kemudian akan menambah dan mempersempit ruang kesehatan kita.

Sumber: penyakitdarahtinggi.org/

Gejala hipertensi
 <img src="http://medissain.blogspot.com/image/mengenal penyakit dara tinggi kronis atau hipertensi.jpg" alt="StockIndex">
Apa tanda dan gejala darah tinggi ?

Sebagian penderita hipertensi tidak menimbulkan gejala, meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala dapat terjadi secara bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi ( hipertensi ) namun bisa saja bukan merupakan gejala hipertensi. Dalam hal ini gejala yang dimaksud seperti sakit kepala, pendarahan dari hidung (mimisan), pusing, wajah kemerahan dan  kelelahan.

Gejala diatas adalah gejala umum tapi tidak dapat dijadikan sebagai patokan bahwa seseorang yang mengalami gejala tersebut menderit penyakit darah tinggi karena kenyataannya gejala yang telah disebutkan tadi juga dapat dialami pada seseorang yang memilik tekanan darah normal. Sebagian besar penderita hipertensi tidak merasakan gejala kenaikan tekanan darah karena memang sifat tekanan darah itu senantiasa berubah-ubah dari jam ke jam.

Pada orang normal, perubahan itu berada pada kisaran normal yaitu sekitar 120/80 mm Hg. Sedangkan perubahan pada penderita hipertensi yang belum menjalankan pengobatan dan perawatan sering  tidak menentu sehingga tekanan darahnya terkadang normal dan terkadang tinggi sekali.

Pada penderita hipertensi yang berkategori berat , menahun dan belum menjalani pengobatan dan perawatan maka bisa timbul gejala sebagai berikut. Diantaranya sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak nafas dan gelisah. selain itu gejala lainnya adalah pandangan mata menjadi kabur karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal. Terkadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensi yang memerlukan penanganan segera
Sumber: http://www.metris-community.com/darah-tinggi-gejala-penyebab-penyakit-hipertensi/



Terima kasih atas kunjungan  anda
URL: http://medissain.blogspot.com/2013/03/mengenal-penyakit-darah-tinggi-kronis.html
 postID=1176974807819397782
Judul : Mengenal Penyakit Darah Tinggi Kronis Atau Hipertensi
Label: Ciri umum dari seseorang yang memiliki tekanan darah tinggi, Gejala hipertensi, Hipertensi Primer, Hipertensi Sekunder, penyakit dara tinggi, penyakit tekanan dara tinggi, penyebab penyakit dara tinggi

Mengenal Penyakit Kanker dan Cara Pengobatannya

 <img src="http://medissain.blogspot.com/image/mengenal penyakit kanker dan pengobatannya.jpg" alt="StockIndex">
Penyakit Kanker
Puru ayal atau kanker atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:

   tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)
   menyerang jaringan biologis di dekatnya.
   bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.

Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.

Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasi dan karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi.

Kebanyakan kanker menyebabkan kematian. Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok dapat menyebabkan banyak kanker daripada faktor lingkungan lainnya. Tumor (bahasa Latin; pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa "ganas" (bersifat kanker) atau "jinak" (tidak bersifat kanker). Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis. Kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ lain.

Di Amerika Serikat dan beberapa negara berkembang lainnya, kanker sekarang ini bertanggung jawab untuk sekitar 25% dari seluruh kematian.[2] Dalam setahun, sekitar 0,5% dari populasi terdiagnosa kanker.

Pada pria dewasa di Amerika Serikat, kanker yang paling umum adalah kanker prostat (33% dari seluruh kasus kanker), kanker paru-paru (13%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker kandung kemih (7%), dan "cutaneous melanoma (5%). Sebagai penyebab kematian kanker paru-paru adalah yang paling umum (31%), diikuti oleh kanker prostat (10%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker pankreas (5%) dan leukemia (4%).[2]

Untuk dewasa wanita di Amerika Serikat, kanker payudara adalah kanker yang paling umum (32% dari seluruh kasus kanker), diikuti oleh kanker paru-paru (12%), kanker kolon dan rektum (11%), kanker endometrium (6%, uterus) dan limfoma non-Hodgkin (4%). Berdasarkan kasus kematian, kanker paru-paru paling umum (27% dari kematian kanker), diikuti oleh kanker payudara (15%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker indung telur (6%), dan kanker pankreas (6%).[2]

Statistik dapat bervariasi besar di negara lainnya. Di Indonesia, kanker menjadi penyumbang kematian ketiga terbesar setelah penyakit jantung. Penyebab utama kanker di negara tersebut adalah pola hidup yang tidak sehat, seperti kurang olahraga, merokok, dan pola makan yang tak sehat. Pada tanaman, kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis jamur/ bakteri tertantu. Pola invasi kanker tanaman dan kaner pada manusia sangat berbeda.



Klasifikasi

Pada umumnya, kanker dirujuk berdasarkan jenis organ atau sel tempat terjadinya. Sebagai contoh, kanker yang bermula pada usus besar dirujuk sebagai kanker usus besar, sedangkan kanker yang terjadi pada sel basal dari kulit dirujuk sebagai karsinoma sel basal. Klasifikasi kanker kemudian dilakukan pada kategori yang lebih umum, misalnya:[4]

    Karsinoma, merupakan kanker yang terjadi pada jaringan epitel, seperti kulit atau jaringan yang menyelubungi organ tubuh, misalnya organ pada sistem pencernaan atau kelenjar. Contoh meliputi kanker kulit, karsinoma serviks, karsinoma anal, kanker esofageal, karsinoma hepatoselular, kanker laringeal, hipernefroma, kanker lambung, kanker testiskular dan kanker tiroid.
    Sarkoma, merupakan kanker yang terjadi pada tulang seperti osteosarkoma, tulang rawan seperti kondrosarkoma, jaringan otot seperti rabdomiosarcoma, jaringan adiposa, pembuluh darah dan jaringan penghantar atau pendukung lainnya.
    Leukemia, merupakan kanker yang terjadi akibat tidak matangnya sel darah yang berkembang di dalam sumsum tulang dan memiliki kecenderungan untuk berakumulasi di dalam sirkulasi darah.
    Limfoma, merupakan kanker yang timbul dari nodus limfa dan jaringan dalam sistem kekebalan tubuh


Patofisiologi

Kanker adalah kelas penyakit beragam yang sangat berbeda dalam hal penyebab dan biologisnya. Setiap organisme, bahkan tumbuhan, bisa terkena kanker. Hampir semua kanker yang dikenal muncul secara bertahap, saat kecacatan bertumpuk di dalam sel kanker dan sel anak-anaknya (lihat bagian mekanisme untuk jenis cacat yang umum).

Setiap hal yang bereplikasi memiliki kemungkinan cacat (mutasi). Kecuali jika pencegahan dan perbaikan kecatatan ditangani dengan baik, kecacatan itu akan tetap ada, dan mungkin diwariskan ke sel anang/(daughter cell). Biasanya, tubuh melakukan penjagaan terhadap kanker dengan berbagai metoda, seperti apoptosis, molekul pembantu (beberapa polimerase DNA), penuaan/(senescence), dan lain-lain. Namun, metoda koreksi-kecatatan ini sering kali gagal, terutama di dalam lingkungan yang membuat kecatatan lebih mungkin untuk muncul dan menyebar. Sebagai contohnya, lingkungan tersebut mengandung bahan-bahan yang merusak, disebut dengan bahan karsinogen, cedera berkala (fisik, panas, dan lain-lain), atau lingkungan yang membuat sel tidak mungkin bertahan, seperti hipoksia. Karena itu, kanker adalah penyakit progresif, dan berbagai kecacatan progresif ini perlahan berakumulasi hingga sel mulai bertindak berkebalikan dengan fungsi seharusnya di dalam organisme. Kecacatan sel, sebagai penyebab kanker, biasanya bisa memperkuat dirinya sendiri (self-amplifying), pada akhirnya akan berlipat ganda secara eksponensial. Sebagai contohnya :

    Mutasi dalam perlengkapan perbaikan-kecacatan bisa menyebabkan sel dan sel anangnya mengakumulasikan kecacatan dengan lebih cepat.
    Mutasi dalam perlengkapan pembuat sinyal (endokrin) bisa mengirimkan sinyal penyebab-kecacatan kepada sel di sekitarnya.
    Mutasi bisa menyebabkan sel menjadi neoplastik, membuat sel bermigrasi dan dan merusak sel yang lebih sehat.
    Mutasi bisa menyebabkan sel menjadi kekal (immortal), lihat telomeres, membuat sel rusak bisa membuat sel sehat rusak selamanya.


Pembentukan sel kanker

Kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan perubahan sel normal menjadi sel kanker adalah hiperplasia, displasia, dan neoplasia. Hiperplasia adalah keadaan saat sel normal dalam jaringan bertumbuh dalam jumlah yang berlebihan. Displasia merupakan kondisi ketika sel berkembang tidak normal dan pada umumnya terlihat adanya perubahan pada nukleusnya. Pada tahapan ini ukuran nukleus bervariasi, aktivitas mitosis meningkat, dan tidak ada ciri khas sitoplasma yang berhubungan dengan diferensiasi sel pada jaringan. Neoplasia merupakan kondisi sel pada jaringan yang sudah berproliferasi secara tidak normal dan memiliki sifat invasif.[6]

Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline).

Kelainan siklus sel, antara lain terjadi saat:

    perpindahan fase G1 menuju fase S.[7]
    siklus sel terjadi tanpa disertai dengan aktivasi faktor transkripsi.[8] Pencerap hormon tiroid beta1 (TRbeta1) merupakan faktor transkripsi yang diaktivasi oleh hormon T3 dan berfungsi sebagai supresor tumor dan gangguan gen THRB yang sering ditemukan pada kanker.[9]
    siklus sel terjadi dengan kerusakan DNA yang tidak terpulihkan.[10]
    translokasi posisi kromosom yang sering ditemukan pada kanker sel darah putih seperti leukimia atau limfoma, atau hilangnya sebagian DNA pada domain tertentu pada kromosom.[11] Pada leukimia mielogenus kronis, 95% penderita mengalami translokasi kromosom 9 dan 22, yang disebut kromosom filadelfia.

Karsinogenesis pada manusia adalah sebuah proses berjenjang sebagai akibat paparan karsinogen yang sering dijumpai dalam lingkungan, sepanjang hidup, baik melalui konsumsi,[12] maupun infeksi.[13] Terdapat empat jenjang karsinogenesis:

    inisiasi tumor
    promosi tumor
    konversi malignan
    progresi tumor


Angiogenesis

Pada umumnya, sel kanker membentuk sebuah tumor, kecuali pada leukemia. Sebelum tahun 1960, peneliti kanker berpendapat bahwa asupan nutrisi yang mencapai tumor terjadi oleh karena adanya jaringan pembuluh darah yang telah ada, namun penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa lintasan angiogenesis diperlukan bagi tumor untuk berkembang dan menyebar.[14] Tanpa lintasan angiogenesis, sebuah tumor hanya akan berkembang hingga memiliki diameter sekitar 1-2 mm, dan setelah itu perkembangan tumor akan terhenti.[15] Sebaliknya, dengan angiogenesis, sebuah tumor akan berkembang hingga melampaui ukuran diameter 2 milimeter.[16] Oleh karena itu, sel tumor memiliki kemampuan untuk mensekresi protein yang dapat mengaktivasi lintasan angiogenesis. Dari berbagai protein yang dapat mengaktivasi lintasan angiogenesis seperti acidic fibroblast growth factor, angiogenin, epidermal growth factor, G-CSF, HGF, interleukin-8, placental growth factor, platelet-derived endothelial growth factor, scatter factor, transforming growth factor-alpha, TNF-α, dan molekul kecil seperti adenosina, 1-butyryl glycerol, nikotinamida, prostaglandin E1 dan E2; para ilmuwan telah mengidentifikasi dua protein yang sangat penting bagi pertumbuhan tumor yaitu vascular endothelial growth factor (VEGF) dan basic fibroblast growth factor (bFGF). Kedua protein ini disekresi oleh berbagai jenis sel kanker dan beberapa jenis sel normal.[17]

Sekresi VEGF atau bFGF akan mengikat pada pencerap sel endotelial dan mengaktivasi sel tersebut untuk memicu lintasan metabolisme yang membentuk pembuluh darah baru.[18] Sel endotelial akan memproduksi sejumlah enzim MMP yang akan melakukan degradasi terhadap jaringan matriks ekstraselular yang mengandung protein dan polisakarida, dan berfungsi untuk sebagai jaringan ikat yang menyangga jaringan parenkima dengan mengisi ruang di sela-sela selnya. Degradasi jaringan tersebut memungkinkan sel endotelial bermigrasi menuju jaringan parenkima, melakukan proliferasi dan diferensiasi menjadi jaringan pembuluh darah yang baru.

Reaksi antara asam tetraiodotiroasetat dengan integrin adalah penghambat aktivitas hormon tiroksin dan tri-iodotironina yang merupakan salah satu faktor yang berperan dalam angiogenesis dan proliferasi sel tumor.[19]


Metastasis

Walaupun telah dilakukan penelitian intensif selama beberapa dekade, mekanisme patofisiologis dari metastasis belum benar-benar diketahui dan masih menjadi kontroversi. Namun terdapat dua model metastasis fundamental,[20] yang mirip dengan proposal metastasis yang diajukan oleh Stephen Paget pada tahun 1889 yang mengatakan bahwa metastasis bergantung pada komunikasi antara sel kanker yang disebut the seed dan lingkungan mikro pada organ tertentu yang disebut the soil.[21]

Model yang pertama menjelaskan bahwa tumor primer pada organ akan timbul dari sel yang sama, yang mengalami berbagai perubahan seperti heterogenitas, ketidakseimbangan genomik, akumulasi mutasi atau penyimpangan genetik, hingga terjadi evolusi klonal meliputi perubahan fenotipe dan perilaku sel hingga potensi untuk melakukan metastasis ke organ lain dan membentuk tumor sekunder.

Model yang kedua menjabarkan bahwa kanker yang timbul pada organ, terjadi akibat aktivasi ruang yang diperuntukkan bagi sel punca kanker sehingga memungkinkan metastasis dari sejumlah jaringan tubuh yang lain.


Faktor risiko

Kanker adalah penyakit yang 90-95% kasusnya disebabkan faktor lingkungan dan 5-10% karena faktor genetik.[22]. Faktor lingkungan yang biasanya mengarahkan kepada kematian akibat kanker adalah tembakau (25-30%), diet dan obesitas (30-35 %), infeksi (15-20%), radiasi, stres, kurangnya aktivitas fisik, polutan lingkungan.


Bahan Kimia
Timbulnya penyakit kanker paru-paru sangat berkorelasi dengan konsumsi rokok.Source:NIH.

Patogenesis kanker dapat dilacak balik ke mutasi DNA yang berdampak pada pertumbuhan sel dan metastasis. Zat yang menyebabkan mutasi DNA dikenal sebagai mutagen, dan mutagen yang menyebabkan kanker disebut dengan karsinogen. Ada beberapa zat khusus yang terkait dengan jenis kanker tertentu. Rokok tembakau dihubungkan dengan banyak jenis kanker,[23] dan penyebab dari 90% kanker paru-paru.[24] Keterpaparan secara terus-menerus terhadap serat asbestos dikaitkan dengan mesothelioma.[25]. Banyak mutagen adalah juga karsinogen. Tetapi, beberapa mutagen bukanlah karsinogen. Alkohol adalah contoh bahan kimia bersifat karsinogen yang bukan mutagen.[26]. Bahan kimia seperti ini bisa menyebabkan kanker dengan menstimulasi tingkat pembelahan sel. Tingkat replikasi yang lebih cepat, hanya menyisakan sedikit waktu bagi enzim-enzim untuk memperbaiki DNA yang rusak pada saat replikasi DNA, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya mutasi. Riset selama beberapa dekade menunjukkan keterkaitan antara penggunaan tembakau dan kanker pada paru-paru, laring, kepala, leher, perut, kandung kemih, ginjal, esofagus, dan pankreas.[27]. Asap tembakau memiliki lebih dari lima puluh jenis karsinogen yang sudah dikenali termasuk nitrosamines dan hidrokarbon aromatik polisiklik.[28] Tembakau bertanggung jawab atas satu per tiga dari seluruh kematian akibat kanker di negara-negara maju,[23] dan sekitar satu per lima di seluruh dunia.[28] Tingkat kematian akibat kanker paru-paru di Amerika Serikat mencerminkan pola merokok, dengan kenaikan dalam pola merokok diikuti dengan peningkatan yang dramatis dalam tingkat kematian akibat kanker paru-paru. Walaupun begitu, jumlah perokok di seluruh dunia terus meningkat, sehingga beberapa organisasi menyebutkannya sebagai epidemik tembakau.[29] Kanker yang berhubungan dengan pekerjaan seseorang diyakini memiliki jumlah sebesar 2-20% dari semua kasus.


Radiasi Ionisasi

Sumber-sumber radiasi ionisasi, seperti gas radon, bisa menyebabkan kanker. Keterpaparan terus-menerus terhadap radiasi ultraviolet dari matahari bisa menyebabkan melanoma dan beberapa penyakit kulit yang berbahaya.[31] Diperkirakan 2% dari penyakit kanker di masa yang akan datang dikarenakan CT Scan di saat ini.[32] Radiasi dari frekuensi radio tak berion dari telepon seluler dan sumber-sumber radio frekuensi yang serupa juga dianggap sebagai penyebab kanker, tetapi saat ini sangat sedikit bukti kuat yang mendukung keterkaitan ini.



Infeksi

Beberapa kanker bisa disebabkan infeksi.[34] Ini bukan saja berlaku pada binatang-binatang seperti burung, tetapi juga pada manusia. Virus-virus ini berperan hingga 20% terhadap terjangkitnya kanker pada manusia di seluruh dunia.[35]. Virus-virus ini termasuk papillomavirus pada manusia (kanker serviks), poliomavirus pada manusia (mesothelioma, tumor otak), virus Epstein-Barr (penyakit limfoproliferatif sel-B dan kanker nasofaring), virus herpes penyebab sarcoma Kaposi (Sarcoma Kaposi dan efusi limfoma primer), virus-virus hepatitis B dan hepatitis C (kanker hati), virus-1 leukemia sel T pada manusis (leukemia sel T), dan helicobacter pylori (kanker lambung).[35]

Data ekperimen dan epidemiologis menyatakan peran kausatif untuk virus dan virus tampaknya menjadi faktor risiko kedua paling penting dalam perkembangan kanker pada manusia, yang hanya dilampaui oleh penggunaan tembakau.[36] Jenis tumor yang ditimbulkan virus dapat dibagi menjadi dua, jenis yang bertransformasi secara akut dan bertransformasi secara perlahan. Pada virus yang bertransformasi secara akut, virus tersebut membawa onkogen yang terlalu aktif yang disebut onkogen-viral (v-onc), dan virus yang terinfeksi bertransformasi segera setelah v-onc terlihat. Kebalikannya, pada virus yang bertransformasi secara perlahan, genome virus dimasukkan di dekat onkogen-proto di dalam genom induk.


Ketidakseimbangan Metabolisme

Senyawa formaldehid yang disintesis di dalam tubuh, seringkali terbentuk dari lintasan metabolisme senyawa xenobiotik, dapat membentuk ikatan kovalen dengan DNA, atau mengikat pada serum albumin dan gugus valina dari hemoglobin, dan menginduksi lintasan karsinogenesis.



Disfungsi Sistem Kekebalan
Keturunan

Keturunan (genetik) merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan kanker.

Adanya faktor genetik dalam pembentukan kanker ini terjadi karena salah penyebab kanker adalah mutasi DNA yang memang diturunkan dari orangtua kepada anaknya, akan tetapi tidak semua jenis kanker dapat diturunkan. hal tersebut dipengaruhi oleh letak mutasi pada DNA yang dialami dan juga genotipe dari mutasi yang terjadi.

Letak kerusakan DNA yang dialami

Ada 2 macam letak mutasi yang memicu terbentuknya kanker, yaitu mutasi pada gen-gen onkogen dan mutasi pada gen-gen pensupresi tumor. mutasi pada gen pensupresi tumor lah yang biasanya memicu penurunan kanker. hal tersebut disebabkan karena zigot yang mengalami mutasi pada gen onkogen biasanya tidak dapat bertahan hidup sehingga tidak dapat diturunkan.


Penyebab Lain

Kebanyakan kanker dikenali karena tanda atau gejala tampak atau melalui screening. Kedua metode ini tidak menuju ke diagnosis yang jelas, yang biasanya membutuhkan sebuah biopsi. Beberapa kanker ditemukan secara tidak sengaja pada saat evaluasi medis dari masalah yang tak berhubungan.

Karena kanker juga dapat disebabkan adanya metilasi pada promotor gen tertentu, maka deteksi dini dapat dilakukan dengan menguji gen yang menjadi biomarker untuk kanker. Beberapa jenis kanker telah diketahui status metilasi biomarker-nya. Misalnya untuk kanker payudara dapat digunakan biomarker BRCA, sedangkan untuk kanker kolorektal dapat menggunakan biomarker Sox17.

Deteksi dini ini sangat penting. Pada beberapa kanker seperti kanker kolorektal apabila diketahui sejak dini peluang untuk sembuh lebih besar.[39] Selain itu, deteksi dini dapat memudahkan dokter untuk memberikan pengobatan yang sesuai.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker

 <img src="http://medissain.blogspot.com/image/mengenal penyakit kanker dan pengobatannya.jpg" alt="StockIndex">
Gejala-Gejala Khusus Penyakit Kangker

Penyakit Kangker mungkin sudah tidak asing lagi di dengar di telinga kita, tapi perlu diketahui, apa gejala-gejala penyakit ganas ini. Berikut gejala-gejala khusus pada berbagai kangker :

1.Gejala Kangker Payudara
-Kulit payudara mulai bersisik dan mengeras, kadang-kadang terasa gatal.
-Munculnya benjolan di sekitar payudara.
-Lambat laun, putting susu akan terlipat kedalam (masuk kedalam).
-Dari puting susu akan keluar cairan yang berwarna seperti air susu, tetapi bukan masanya menyusui.


2.Gejala Kangker Rahim
-Mengalami menstruasi yang tidak teratur dan sekitar tulang panggul terasa nyeri ketika datangnya haid
-Mengalami keputihan yang tak kunjung sembuh.
-Bila melakukan hubungan suami istri, akan terasa perih di sekitar rahim dan setelah berhubungan biasanya keluar darah yang warnanya merah pucat.


3.Gejala Kangker Prostat
-Sering kencing dan sulit kencing
-Nyeri saat berkemih
-Urine berdarah
-Nyeri saat ejakulasi
-Cairan ejakulasi berdarah dan gangguan ereksi
-Nyeri pinggul atau punggung

Sumber: http://unhicommunity.blogspot.com/2008/08/gejala-gejala-khusus-penyakit-kangker.html



Terima kasih atas kunjungan  anda
URL: http://medissain.blogspot.com/2013/03/mengenal-penyakit-kanker-dan-cara.html
 postID=6908762637744103241
Judul : Mengenal Penyakit Kanker dan Cara Pengobatannya
Label: Gejala-Gejala Khusus Penyakit Kangker, kanker kandung kemih, kanker kolon dan rektum, kanker paru-paru, kanker prostat, pembentukan sel kanker, penyakit kanker, penyebab kanker

Mengenal Kanker Serviks dari Ciri-ciri, Penyebab, dan Pencegahannya

Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia.

Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.

Penyebab Kanker Serviks

Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.

kanker serviks Selain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin c dan vitamin e serta kurangnya asupan asam folat. Kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia dini (melakukan hubungan intim pada usia <16 tahun bahkan dapat meningkatkan resiko 2x terkena kanker serviks). Faktor lain penyebab kanker serviks adalah adanya keturunan kanker, penggunaan pil KB dalam jangka waktu yang sangat lama, terlalu sering melahirkan.
Ciri-Ciri Perempuan Menderita Kanker Serviks
Kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjang yaitu antara 10 hingga 20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya dari sebuah infeksi. Oleh karena itu, saat tahap awal perkembangannya akan sulit untuk di deteksi. Oleh karena itu di sarankan para perempuan untuk melakukan test pap smear setidaknya 2 tahun sekali, melakukan test IVA (inspeksi visual dengan asam asetat, dll. Meskipun sulit untuk di deteksi, namun ciri-ciri berikut bisa menjadi petunjuk terhadap perempuan apakah dirinya mengidap gejala kanker serviks atau tidak:

    Saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti pleh adanya perdarahan.
    Mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih
    Sering merasakan sakit pada daerah pinggul
    Mengalami sakit saat buang air kecil
    Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih
    Saat perempuan mengalami stadium lanjut akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.

Pencegahan Kanker Serviks
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan kaum perempuan dalam hal mencegah kanker serviks agar tidak menimpa dirinya, antara lain:

    Jalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan bergizi
    Selalu menjaga kesehatan tubuh dan sanitasi lingkungan
    Hindari pembersihan bagian genital dengan air yang kotor
    Jika anda perokok, segera hentikan kebiasaan buruk ini
    Hindari berhubungan intim saat usia dini
    Selalu setia kepada pasangan anda, jangan bergonta-ganti apalagi diikuti dengan hubungan intim.
    Lakukan pemeriksaan pap smear minimal lakukan selama 2 tahun sekali, khususnya bagi yang telah aktif melakukan hubungan intim
    Jika anda belum pernah melakukan hubungan intim, ada baiknya melakukan vaksinasi HPV
    Perbanyaklah konsumsi makanan  sayuran yang kandungan beta karotennya cukup banyak, konsumsi vitamin c dan e.

Meskipun demikian, jika anda sudah terdeteksi mengidap kanker serviks, maka ada beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan. Jika terdeteksi kanker serviks stadium awal, maka pengobatannya dilakukan dengan cara menghilangkan kanker serviks tersebut dengan cara dilakukan pembedahan, baik pembedahan laser, listrik atau dengan cara pembekuan dan membuang jaringan kanker serviks (cyrosurgery)
Untuk kasus kanker serviks stadium lanjut akan dilakukan pengobatan dengan cara kemoterapi serta radioterapi, namun jika sudah terdeteksi cukup parah, tiada lain kecuali dengan mengangkat rahim (histerektomi) secara menyeluruh agar kanker tidak berkembang.

Sumber : http://bidanku.com/index.php?/kanker-serviks-ciri-ciri-penyebab-dan-pencegahan-kanker-serviks

Mengenal berbagai macam Jenis penyakit kelamin

Jenis-jenis penyakit kelamin:

<img src="http://medissain.blogspot.com/image/mengenal berbagai macam jenis penyakit kelamin.jpg" alt="StockIndex">
Gonorrhea & Chlamydia :
Penyebabnya adalah bakteri. Biasanya dimulai setelah beberapa hari atau minggu setelah berhubungan intim dengan orang yang mengidap penyakit tersebut. Pada pria umumnya menyebabkan keluarnya cairan dari lubang penis, terasa sakit saat buang air kecil.  Pada wanita penyakit ini biasanya sangat ringan atau bahkan tidak terasa sama sekali.Tetapi jika tidak diobati penyakit ini dapat menjadi parah bahkan bisa juga menyebabkan kemandulan. Obat semacam Antibiotik bisa menjadi solusi untuk pengobatan penyakit ini secara dini.

Herpes :
Virus adalah faktor utama tertularnya penyakit ini. Dapat diobati namun tidak dapat disembuhkan. Biasanya gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini antara 3 sampai 10 hari setelah berhubungan intim dengan penderita herpes. Ciri-ciri awalnya muncul seperti lecet dan lama-lama terbuka menjadi lubang kecil dan berair.

Infeksi Jamur :
Disebabkan oleh jamur,
    Menyebabkan kegatalan berwarna merah di bawah kulit pria yang tidak disunat
    Pada wanita akan ke luar cairan putih kental yang menyebabkan rasa gatal
    Dapat disembuhkan dengan krim anti jamur

Syphilis :
Disebabkan oleh bakteria. Lesi muncul antara 3 minggu sampai 3 bulan setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini. 
Luka terlihat seperti lubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi. Pada umumnya tidak terasa sakit. Luka akan hilang setelah beberapa minggu, tetapi virus akan menetap pada tubuh dan penyakit dapat muncul berupa lecet-lecet pada seluruh tubuh Lecet-lecet ini akan hilang juga, dan virus akan menyerang bagian tubuh lain
Syphilis dapat disembuhkan pada tiap tahapan dengan penicillin. Pada wanita lesi dapat tersembunyi pada vagina    

Vaginistis :
<img src="http://medissain.blogspot.com/image/mengenal berbagai macam jenis penyakit kelamin.jpg" alt="StockIndex">
Infeksi pada vagina yang biasanya menyebabkan keluarnya cairan dari vagina yang berbau dan menimbulkan ketidak nyamana.  Disebabkan oleh berbagai jenis bakteri (bakteri gonorrhea, chlamydia) atau jamur juga dapat disebabkan oleh berbagai bakteri tidak berbahaya yang memang menetap pada vagina dapat diselidiki dengan meneliti cairan vagina tersebut dengan mikroskop. Pada umumnya dapat disembuhkan dengan obat yang tepat sesuai dengan penyebabnya.

Bisul pada alat kelamin :
Disebabkan oleh virus (Virus Human Papilloma atau HPV)
Muncul berupa satu atau banyak bisul atau benjolan antara sebulan sampai setahun setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit tersebut. Pada umumnya tidak dapat terlihat pada wanita karena terletak di dalam vagina, atau pada pria karena terlalu kecil. Dapat diuji dengan lapisan cuka. Dapat berakibat serius pada wanita karena dapat menyebabkan kanker cervix.
  
AIDS (ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME)/HIV DISEASE
Penyakit akibat hubungan intim yang paling serius, menyebabkan tidak bekerjanya sistim kekebalan tubuh
Tidak ada gejala yang nyata tanpa penelitian darah. Dapat menyebabkan kematian setelah sepuluh tahun setelah terinfeksi virus HIV, tetapipengobatan telah ditemukan. Disebarkan melalui hubungan intim [berciuman, making love], hubungan dengan lendir penderita dan pemakaian jarum suntik secara bersamaan


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...